Usaha Bibit Buah Di Lingsar, Laris Manis Hingga Istana Presiden

Durian, rambutan, manggis merupakan tiga komoditi tanaman hortikultura andalan Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Ketiga komoditi ini menjadi branding menarik dan menjadi komoditas varietas unggulan tanaman buah di kabupaten ujung barat, Nusa Tenggara Barat ini. Keistmewaan ketiga komoditas horti tersebut terletak pada rasanya yang manis, legit serta aroma yang harum mewangi dan menambah selera penggemar buah-buahan.

Bahkan begitu terkenalnya buah-buahan yang sengaja dikembangkan secara luas di wilayah Kecamatan Narmada dan Lingsar ini tidaklah mengherankan pada saat-saat musim ketiga komoditi tersebut seperti sekarang ini, banyak pedagang buah bermunculan di pinggir jalan dari kota Mataram, hingga ke Pulau Sumbawa. Jika ditanyakan buahnya darimana, maka merekapun serentak menjawab dari Narmada atau Lingsar.

Salah seorang pengusaha pembibitan buah-buahan di Lingsar, Senah ketika ditanya rahasia akan banyaknya pesanan manggis, durian, rambutan dan tanaman buah lainnya dari Lingsar karena rasanya yang manis dan beda dari produk sejenis dari daerah lain.

“Yang terpenting karena perawatan maupun pemupukan yang diterapkan di sini sebagian besar menggunakan pupuk kandang (organic). Dan untuk mendapatkannya sangatlah mudah, karena para peternak sapi ataupun unggas di sini cukup banyak,” kata Geser.

Seiring dengan permintaan buah-buahan yang begitu tinggi juga berimbas dan berbuah berkah pada usaha turunannya. Usaha turunan dimaksud yakni banyaknya usaha tani pembibitan buah-buahan yang kemunculannya sudah lama sejak kurang lebih 10 tahun lalu, bahkan banyak yang bermunculan secara dadakan. Tidak saja dari kedua kecamatan tersebut, tapi sudah merambah ke sejumlah wilayah lainnya seperti di Kediri, kota Mataram, Lombok Tengah hingga Lombok Timur. Rata-rata ia mengaku bibitnya sebagian besar dari Lingsar atau Narmada

“Tidak hanya dalam bentuk buah yang sudah siap panen yang banyak dicari konsumen baik untuk kebutuhan lokal sendiri maupun yang diantar-pulaukan, tapi juga kebutuhan dan permintaan akan bibit buah-buahan berbagai jenis ini juga diusahatanikan secara pembibibitan,” kata Angga Sofyan pengusaha pembibitan tanaman buah yang ditemui beberapa waktu lalu.

Jenis tanaman buah yang dibibitkan selain yang tersebut diatas, juga sejumlah tanaman buah lainnya seperti belimbing, mangga, anggur (hijau, merah, hitam), cempedak, kedondong, nangka prabu, nangka genjah, jambu biji, jambu bangkok, jambu merah, jambu jamaika, sawo, sirsak, jeruk lumajang, limau, salak, kelengkeng, matoa, jeruti, jeruk sankis, apel, jeruk gedang (besar), papaya berbagai jenis, buah vir dan masih banyak varkietas lainnya.

Berbagai jenis produk buah unggulan yang dikembangkan oleh pengusaha pembibitan di Narmada dan Lingsar ini terbukti telah banyak dilirik petani hortikultura dari luar daerah seperti Jawa, Bali, Sulawesi, Sumbawa, Bima, Dompu hingga Nusa Tenggara Timur. Bahkan menurut Angga diamini pengusaha lainnya, Sadli dan Geser.

Bahkan tahun sebelumnhya seorang pengusdaha tanaman buah dari Bali memesan bibit manggis dan rambutan dari Lingsar ini hingga puluhan ribu bibit. Justru yang mencengangkan Ibu megawati Soekarno Putri mangtan Presiden RI juga pernah memesan manggis dan rambutan Lingsar dalam jumlah besar untuk ditanami di kebunnya,” ungkap Senah menambahkan.

Usaha pembibitan yang ditekuni oleh sejumlah pengusaha pembibitan di Lingsar dan di Narmada ini dilakukan dengan berbagai system pembibitan. Diantaranya dengan model penanaman menggunakan biji, sambungan, okulasi. Sistem pembibitan tersebut masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Secara biji kelebihannya memiliki pohon yang tegak, tumbuh secara alami namun masa berbuahnya cukup lama antara 5 tahun ke atas. Sebaliknya dengan system okulasi batangnya bengkok tidak teratur, namun cepat berbuah. Pembuahan baru bisa terjadi antara 2-3 tahun.