SEKOTONG TENGAH RAIH JUARA LOMBA TOGA TINGKAT NASIONAL

Giri Menang – Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Lombok Barat berhasil meraih juara lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan akupresur tingkat nasional untuk ketegori daerah terpencil. Sekotong tengah mewakili NTB lolos masuk 4 besar menyisihkan saingan dari 27 provinsi se-Indonesia. Sebelumnya, Dusun Suredadi Desa Sekotong Tengah telah dinilai oleh Tim Penilai dari Kementerian Kesehatan (Kemnkes) RI pada pertengahan oktober lalu.

Kepala UPT Puskesmas Sekotong Tengah, Nyoman Adnyana Putra menyatakan bahwa pemberitahuan pemenang lomba toga tingkat nasional Kamis lalu oleh Dikes Lobar dan Provinsi. Pemberitahuan tersebut diterima melalui surat resmi.

“Kami diundang oleh Kemenkes ke Solo untuk penyerahan trofi juara tanggal 27-29 ini. Tapi kita belum tahu apakah juara I, II atau III. Yang jelas, kita masuk nominasi juara tigkat nasional,” jelas Kapus Sekotong ini, Jum’at (18/11).

Selain menghadiri pemberian trofi tersebut, pihaknya juga akan melakukan persentasi kisah sukses dalam lomba toga tersebut. Kemungkinan dirinya besama Camat dan Kades akan mendampingi dua kader toga untuk presentasi.

Kades Sekotong Tengah L. Sarapudin menyatakan sangat bersyukur memperoleh juara nasional. Pihaknya berencana berangkat untuk mendampingi kader toga saat penerimaan trofi dan sertifikat juara. “Alhamdulillah kita masuk juara nasional,” ungkapnya.

Terkait persiapan lomba, diakui, pemanfataan toga di Dusun Suredadi sudah bagus, baik dari sisi jenis tanaman, pemanfataan lahan dan administrasi. Sejauh ini, jenis tanaman toga yang dikembangkan sebanyak 75 jenis.

“Pada pembahasan APBDes kita anggarkan 30 juta tahun depan, sebelumnya hanya 5 juta,” jelasnya.

Sebelumnya, Tim Penilai lomba tanaman obat keluarga (Toga) turun ke Dusun Suredadi Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Tim Kemenkes RI ini turun melakukan penilaian terhadap desa Sekotong Tengah yang masuk nominator lomba toga dan akupresur kategori daerah terpencil, mewakili Lobar dan NTB diajang nasional tersebut. Desa ini kali pertama masuk lomba tingkat nasional. Tim dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI yang berjumlah lima orang diketuai Drs IG Bagus Sarjana tiba di dusun suredadi, lokasi penilaian pemanfataan toga. Tim penilai kemudian terbagi menjadi beberapa orang mewawancarai Sekda, Kepala Dikes, dan camat serta kades terkait peranan dalam pembinaan toga. Setelah itu tim turun ke rumah-rumah warga untuk mengecek langsung pemanfataan toga di pekarangan warga.