RAPAT PARIPURNA DPRD BAHAS RAPERDA PEMBANGUNAN INDUSTRI DAN RENCANA PENGELOLAAN SAMPAH

Giri Menang, Selasa 18 April 2017 – Pagi tadi (18/4) digelar Rapat Paripurna membahas dua Raperda yakni Raperda tentang Rencana Pembanguan Industri Kabupaten Lombok Barat tahun 2017-2035 dan Rencana Pengelolaan Sampah yang berlangsung di ruang Sidang DPRD Lombok Barat.

Sekda Lobar H. Moh. Taufik mewakili bupati membacakan Laporan dan Penjelasan Raperda tentang pengelolaan sampah dan rencana pembangunan industri kabupaten Lobar tahun 2017-2035. Dalam laporannya sekda menjelaskan masih banyaknya masyarakat yang memandang sampah sebagai barang sisa yang tidak berguna, bukan sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan. “Dalam rangka menyelenggarakan pengelolaan sampah yang terpanggul komprehensif pemenuhan hak dan kewajiban masyarakat serta tugas dan wewenang pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan publik, diperlukan payung hukum serta peraturan daerah sebagai landasan yuridis dalam pengelolaan sampah,” katanya.

Saat ini Lombok Barat memiliki tempat pembuangan akhir sebanyak 19 TPS dan 1 tempat pembuangan akhir sampah yang bertempat di Kebon Kongok Kecamatan Gerung.

Sedangkan untuk Rencana Pembanguan Industri sekda mengatakan, industri utama yang dikembangkan sesuai dengan sumber daya yang ada di Lombok Barat yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah adalah industri pengelolaan pangan, industri aneka kerajinan, industri berbasis bahan baku dan bahan galian, industri berbasis hasil industri dan budaya, industri berbasis teknologi, industri berbasis kreatif yang merupakan komodi utama daerah.

“Sesuai dengan UU no 3 tahun 2014 tentang Perindustrian telah meletakkan industri sebagai salah satu pilar ekonomi dan memberikan peran yang cukup besar kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk mendorong kemajuan industri nasional secara terencana. Peran tersebut diperlukan untuk tumbuh lebih cepat dan mengejar ketertinggalan dari negara mana yang terlebih dahulu maju,” jelasnya. (Andy)