PONPES NURUL HUDA TEMPOS GELAR KHATAMAN AL-QUR’AN

Giri Menang, Selasa 10 Oktober 2017 – Sebagai Syiar Islam dan mengungkapkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Dusun Tempos, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung mengadakan acara Khataman Al-Qur’an, Selasa (10/10).

Melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat sekitar, gelaran Kataman Al-Qur’an ini diharapkan mampu menggaungkan kecintaan membaca dan memahami kitab suci Al-Qur’an.

“Program Ayo Mengaji dan Belajar di antara waktu maghrib dan isya milik Pemerintah Kabupaten Lombok Barat patut kita apresiasi dan dukung. Hal ini dimaksudkan untuk menyaring budaya-budaya yang tidak sesuai dengan kaidah Islam. Terpenting dari ini semua, kegemaran membaca bisa tumbuh di masyarakat,” terang pimpinan Ponpes Nurul Huda Ustadz Mudaham.

Acara khataman 30 juz Al-Qur’an ini dimulai dengan shalat magrib berjamaah dilanjutkan dengan mengaji bersama. Metode yang digunakan adalah satu orang satu juz. Hasilnya, menjelang waktu isya jamaah yang hadir telah mampu menghatamkan 30 juz Al-Qur’an.

Sebelumnya, kegiatan khataman Al-Qur’an bersama ini dilaksanakan tiap bulannya di Pendopo Bupati. Namun, untuk bulan ini Pemerintah Kecamatan Gerung mencoba melaksanakannya di dusun.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Camat Gerung H. Mulyadi yang turut hadir di acara tersebut. Dikatakannya, khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan ini mempunyai banyak dampak yang positif. Salah satunya, silaturahmi antara masyarakat dengan ulama serta umara akan terjalin dengan indah.

“Dengan berkumpul berjamaah seperti ini. Saya sebagai pimpinan di kecamatan akan mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ungkap Mulyadi.

Sementara itu Bupati H. Fauzan Khalid mengatakan, Al-Qur’an merupakan pedoman umat muslim di seluruh penjuru dunia. Membaca serta memahami ilmu yang terkandung di dalamnya adalah suatu keharusan.

“Al-Qur’an itu berfungsi sebagai nur atau cahaya hati. Sebagai obat dan merupakan rahmat. Untuk itu saya berharap agar para santri dan santriwanti giat belajar,” pungkasnya. (budi/humas)