PEMKAB LOBAR BERTEKAD AMANKAN AREAL PERTANIAN

Giri Menang, Senin 9 Oktober 2017 – Di tengah serbuan investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Pemkab Lobar tetap bertekad mempertahankan areal pertaniannya. Hal ini disampaikan Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan H. Poniman saat menerima 32 orang Pendamping Petani dari Mahasiswa Pertanian Universitas Mataram dan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang di Ruang Rapat Jayengrane Pemkab Lobar, Senin (9/10).

Dikatakannya, dari jumlah 105.392 Hektar (Ha) penggunaan lahan di Lobar, sebanyak 1.700 Ha merupakan lahan yang dikhususkan untuk pertanian. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung program berdaulat pangan atau swasembada pangan dari Pemerintah Pusat.

“Sebanyak 1.700 Ha ini tidak bisa diganggu gugat untuk pembangunan. Stok beras untuk 750 ribu jiwa pertahunnya harus dipertahankan. Stok beras kita selama ini tetap terpenuhi, tidak tergantung pada daerah lain. Bahkan kita mensuplay beras untuk wilayah Mataram bahkan hingga ke Bali,” terang H. Poniman.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Lobar, H. Muhur menjelaskan, karakter petani di Lobar adalah petani penggarap, sewa lahan dan buruh tani. Sementara gambaran petani di sini lebih memilih menanam padi ketimbang tanaman lainnya.
“Ini tugas adik-adik untuk membimbing para petani Lobar dalam menanam tanaman lain seperti kedelai dan kapas,” tegasnya.

Program pendampingan petani oleh mahasiswa merupakan program Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian. Untuk wilayah Lobar, pendampingan dilakukan kepada petani kedelai yang ada di tiga kecamatan yakni Sekotong, Lembar dan Kuripan.

Untuk wilayah Kecamatan Gerung pandampingan di lakukan kepada petani kapas tepatnya di wilayah Dusun Gumise Desa Giri Sasak. “Kami harap para mahasiswa bisa berbaur dengan petani. Dua bulan merupakan waktu yang cukup untuk membagi ilmu kepada para petani,” ujar Wayan Sudike, dosen pembimbing Universitas Mataram. (budi/humas)