GUNTUR MACAN IKUT LOMBA TELADAN BERPRESTASI NASIONAL

Giri Menang, Senin 9 Juli 2018 – Meski berada di bawah gunung, tapi desa yang satu ini bukan desa terbelakang. Meski sebagian besar warganya adalah petani dan pedagang, namun mereka terbilang berfikiran maju. Ya, itulah dia Desa Guntur Macan yang terletak di kaki perbukitan di bagian timur Kecamatan Gunung Sari.

Nama desa ini memang seram, Guntur Macan. Akan tetapi kondisi desanya tidaklah seseram namanya. Begitu pula masyarakatnya ramah tamah dan penuh kekompakan. Mengenai nama Guntur Macan ini, Sekda Lombok Barat (Lobar), Ir. H. Moh. Taufiq menjelaskan kepanjangan dari Guntur Macan.

“Jangan takut meski namanya seram. Guntur itu kepanjangannya: Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat. Sedangkan Macan kepanjangannya: Melestarikan Alam, Cinta Agama dan Negara,” katanya.

Hari ini, Senin (9/7) Desa Guntur Macan kembali menunjukkan taringnya. Desa ini mengikuti Lomba Teladan Berprestasi Tahun 2018. Tak tanggung-tanggung, level lomba yang diikuti adalah tingkat nasional. Adapun lomba yang diikuti Desa Guntur Macan adalah untuk katagori Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) berprestasi tingkat nasional.

Sebelumnya pada lomba tingkat provinsi, Desa Guntur Macan berhasil mengalahkan kandidat lainnya dari semua kabupaten di NTB.

Tim penilai lomba yang datang pukul 09.00 langsung disambut oleh kesenian gendang beleq. Setelah itu anggota tim dan tamu undangan menuju lokasi acara dan disuguhi minuman khas setempat yakni tuak manis dan jajanan tradisional.

“Di sini tuaknya tidak memabukkan. Tuak manis di sini adalah minuman khas. Silahkan diminum. Kalau tidak diminum, nanti kesambet,” seloroh Pak Sekda kepada tim penilai.

Pada kesempatan itu Sekda H.M. Taufiq juga menjelaskan kepada tim penilai bahwa Kelembagaan Ekonomi Petani di Guntur Macan ini adalah kelompok yang tumbuh, dan bukan dibentuk. Beda antara tumbuh dengan dibentuk adalah, kalau dibentuk cepat bubar. Sedangkan kalau tumbuh, pasti lestari dan lama (awet). Buktinya, KEP Guntur Macan yang mulai tumbuh Tahun 2003, hingga kini masih eksis. “Ini menunjukkan masyarakat butuh berkelompok. Kalau tidak karena merasa butuh, pasti sudah bubar,” ujarnya.

Untuk itu ia optimis desa ini akan menjadi juara dalam lomba nasional kali ini. Namun demikian ia berharap agar Desa Guntur Macan dapat menang secara bermartabat. Jangan atas dasar polesan. Sekda juga berharap kepada tim penilai agar tidak ragu memberikan predikat juara kepada Desa Guntur Macan.

“Kalau memang kita patut juara, jangan ragu. Jadikan kami juara. Dan tradisi kami, kalau masuk tingkat nasional, pilihannya Cuma dua; jadi juara satu atau juara dua,” tegasnya optimis.

Sementara itu Ketua Tim Penilai, Ibu Inang Sriyati, S.Pd, MM dalam sambutannya menjelaskan, setiap tahun diadakan penilaian rutin oleh BPSDM Pertanian. Para peserta yang dinilai adalah yang diusulkan oleh kecamatan. Dari kecamatan lalu dinilai oleh tim Kabupaten. Pemenang di tingkat kabupaten kemudian berlomba di tingkat provinsi. Pemenang di tingkat provinsi kemudian diusulkan untuk mewakili provinsinya di tingkat nasional.

Disampaikan Inang, dari 34 provinsi yang ikut berlomba dan telah dinilai, akan ditetapkan 3 nama yang akan diundang ke istana pada 17 agustus mendatang. Namun sebelumnya terlebih dahulu diusulkan 5 nama provinsi yang akan digodok untuk mendapat 3 besar. “Alhamdulillah KEP Guntur Macan ini masuk 5 besar,” jelasnya.

Namun demikian, tambah Inang, siapa yang akan jadi juaranya akan diputuskan dengan sidang pleno. Tugas tim penilai saat ini adalah akan mencocokkan data yang sudah dikirim ke pusat. Misalnya data mengenai anggota koperasinya yang harus 75 persen asli petani. Selain itu ketuanya tidak boleh terikat kedinasan. Begitu pula struktur organisasinya akan dinilai apakah sudah berfungsi atau belum, dan bagaimana sinergitasnya dengan desa.

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Inang, adalah diversifikasi produk yang harus lebih dari satu. Kemudian mengenai pengembangan permodalan, penambahan aset, pembinaan lingkungan, dan kegiatan.

“Kelompok juga harus terus bergerak maju. Jangan mandek seperti itu-itu dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

Tim penilai didampingi Sekda H.M.Taufiq, Kepala Dinas Pertanian Lobar H. Muhur melakukan peninjauan di stan-stan komoditi koperasi dan pemaparan pengurus KEP. (Humas)