GAMAQ DIAPRESIASI MENTERI

Giri Menang, Senin 24 Juli 2017- Upaya keras Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) dalam mengendalikan laju penduduk dan mewujudkan lingkungan ramah anak berbuah manis. Sabtu malam lalu (22/07) bertempat di Ballroom Hotel Swissbell Pekan Baru Riau, Bupati Lombok Barat yang diwakili oleh Sekretaris Daerah H. Moh. Taufiq menerima Anugerah sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2017.

Tahun ini merupakan tahun ke lima penganugerahan serupa sebelum tahun 2011, 2012, 2013, dan 2015, di mana baru tahun ini untuk evaluasi tahun 2016 lalu, Pemkab Lobar diganjar dengan pengakuan prestasi.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) cukup antusias dengan peningkatan jumlah sasaran evaluasi. Tahun ini daerah yang dinilai mencapai 126 Kabupaten/Kota, meningkat hampir 90% dari tahun lalu yang hanya 77 Kabupaten/ Kota. Pihak Pemerintah Provinsi pun tidak lepas dari penilaian, dengan asumsi bahwa provinsi juga dianggap memiliki peranan penting mengkoordinasikan semua upaya yang dilakukan Kabupaten/Kota.

Menteri PPPA RI Yohana Yembise secara khusus hadir sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan, “Penghargaan yang kita lakukan saat ini terasa begitu istimewa di tengah begitu kuatnya keinginan untuk mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus kepada anak,” ujarnya sambil mengungkapkan juga bahwa program ini sifatnya lintas sektor karena melibatkan Menko Kesra, Mendagri, Bappenas, dan Komisi Perlindungan Anak (KPA) sebagai tim penilai dan juri.

Bupati Lombok Barat yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekda H. Moh. Taufiq dinilai sukses mengkampanyekan dan berkomitmen terhadap pencegahan perkawinan anak di tahun 2016. Melalui Gerakan Anti Merariq Kodeq (GAMAQ), Pemkab Lobar mampu menekan angka pernikahan dini. Menurut pengakuan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Ramdan Hariyanto, pihaknya memperkirakan telah mampu menurunkan trend menikah dini. Dari data Badan Pusat Statistik, perkawinan dini di Lobar masih berkisar 30% tahun ini. Tapi itu menurun dari trend tahun 2015 lalu yang 40% dan tahun 2016 ini yang mencapai 35%.

“Sampai saat ini kita telah berusaha mengkampanyekan Gamaq. Bersama banyak pihak sebagai mitra, terutama dengan Pemerintah Desa, isyu Gamaq ini semakin kencang didengar masyarakat,” ujar mantan Kabag Pemerintahan ini.

Ia pun mengaku termotivasi dengan arahan dan dukungan dari pimpinannya.
“Bupati paling sering menyampaikan hal ini ke tengah-tengah masyarakat. Sering materi Gamaq menjadi materi dalam pidato beliau,” ujar Hary sambil mengungkapkan kendala-kendala yang masih dihadapi oleh instansinya.
Sekda H. Moh. Taufiq di tempat terpisah ketika dikonfirmasi via telpon mengaku bangga dengan capaian tersebut.

“Tradisi berprestasi ini harus dilanjutkan. Penghargaan ini menjadi tolak ukur komitmen kita terhadap program dan pembangunan manusia di Lombok Barat. Kita tertantang untuk terus lebih baik di masa depan,” pungkas Taufiq.