FAUZAN : KADER KB, LINI TERDEPAN TURUNKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI

Giri Menang, Senin 11 Desember 2017 – Sebanyak 450 orang yang terdiri dari para penyuluh Keluarga Berencana (KB), kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKBD) dan kader Sub PPKBD se-Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memadati Bencingah Kantor Bupati Lobar sejak pagi tadi, Senin (11/12).

Para kader tersebut berkumpul guna mengikuti Pentaloka Lini Lapangan bagi kader KB yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana-Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A). Kegiatan tersebut merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku serta keterampilan tentang program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), yang ada di Lombok Barat.

Kader sebagai lini terdepan diharapkan lebih memahami tugas dan fungsi sebagai kader sehingga mampu mensukseskan program KB. “Kader KB bukan sekedar penyuluh KB saja, tetapi juga sebagai penyuluh program yang berkaitan dengan KB. Salah satunya program Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) yang bukan saja merupakan program tetapi juga adalah program masif dari Pem Prov NTB,” jelas Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat membuka acara.

Bupati juga menegaskan, dalam suksesnya suatu program tergantung pada keteladanan dan persatuan para kader di masyarakat.

Kabupaten Lombok Barat sendiri sudah mengkampanyekan program PUP melalui program Gerakan Anti Merariq Kodeq (Gamaq). Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dinilai sukses mengkampanyekan dan berkomitmen terhadap pencegahan perkawinan anak di tahun 2016. Hal itu terbukti dengan dianugerahkannya Pemkab Lobar sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2017 pertengahan tahun ini.

Melalui Gerakan Anti Merariq Kodeq (GAMAQ), Pemkab Lobar mampu menekan angka pernikahan dini. Dari data Badan Pusat Statistik, perkawinan dini di Lobar masih berkisar 30% tahun ini. Tapi itu menurun dari trend tahun 2015 lalu yang 40% dan tahun 2016 ini yang mencapai 35%.

“Keberhasilan itu bukan untuk kepala dinas maupun bupati tetapi untuk para kader,” tegas bupati.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materioleh narasumber dari perwakilan BKKBN Provinsi NTB dan Dinas P2KBP3A Lobar. (kasim/humas)