BUAH KETEKUNAN ZIGI

Dari sekedar coba-coba, Ahmad Zigi Sahresta Yuda menjelma menjadi karateka tangguh andalan Nusa Tenggara Barat. Kini, dirinya tercatat menduduki ranking 29 Senior Internasional KATA perorangan putra.

Di ajang SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu, anak tunggal dari pasangan suami istri Hustiani dan Yuda Nadi ini memperlihatkan ketangguhannya.

Selasa (22/8) lalu, Zigi merebut medali perak SEA Games 2017 kategori KATA perorangan putra. Kalah dari andalan tuan rumah Malaysia, Lim Chee Wei yang berpredikat juara bertahan tidak lantas membuatnya kecewa. Dirinya mengaku bangga dengan raihan di ajang SEA Games pertamanya ini.

Sebelumnya, ia berhasil mengalahkan Delos Santos asal Filipina dengan skor telak 5-0. Namun, kalah tipis (3-2) dengan Lim di babak final.

“Sebelumnya saya optimis bisa raih emas. Walaupun Lim juara bertahan, tapi saya pernah mengalahkannya pada kejuaraan South East Asean Karate Championship 2016 lalu. Itu yang membuat saya percaya diri. Sayangnya, ada beberapa penilaian yang saya rasa tidak subjektif dan faktor non teknis yang cukup banyak,” keluhnya saat ditemui di Pendopo Bupati Lombok Barat, Senin (28/8) lalu.

Sepanjang SEA Games 2017, Zigi begitu sibuk mempersiapkan diri dengan menggeber latihan keras dan berusaha mendisiplinkan diri.

Kepada tim Humas Lombok Barat, ia berbagi cerita menarik merunut kisahnya hingga kini.

“Awalnya coba-coba aja. Waktu kelas empat SD (Sekolah Dasar) sebenarnya saya sudah mau berhenti. Bosen latihan,” aku Zigi malu.

Namun, dengan dukungan penuh dari orang tua menjadikan dirinya seperti sekarang.

“Semangat bapak yang terus damping saya setiap ada jadwal latihan membuat saya termotivasi lagi,” katanya. Sejak itu, berbagai prestasi mulai diraihnya.

“Saya ingat, pertandingan pertama saya waktu ikut Porseni (Pekan Olahraga Dan Seni), saya dapat juara 3. Dari situ saya mulai semangat akhirnya tekun,” cerita Remaja kelahiran Lingsar, Lombok Barat 14 Januari 1998 ini.

Zigi pun kerap mengharumkan nama NTB dan tanah kelahirannya, Lombok Barat.

Pada tahun 2009 lalu, dia meraih juara 2 Kejurnas Inkai di Surabaya. Kemudian pada tahun 2010, juara 1 piala Mendagri di Makasar. Tahun 2011, juara 1 Mendagri Cup. Tahun 2012, juara 1 Mendiknas Cup. Lalu, tahun 2013 ia meraih juara 2 Kejurnas Inkai dan juara 1 Mendagri Cup.

Namanya semakin melambung saat dirinya berlaga di ajang Internasional. Zigi mampu meraih medali perak di kelas kadet KATA perorangan putra dalam ajang AKF Cadet, Junior & U-21 Championship 2013 di Dubai, UAE. Tahun 2014, ia meraih juara 1 South East Asean Karate Championship KATA individual junior, juara 3 Asean Karate Championship di Malaysia dan juara 1 Venice Cup di Italia.

Kemudian di tahun 2015, Zigi berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan World Karate Championship WKF Junior di Banten. Raihan prestasi tersebut menggiringnya menduduki peringkat 1 Junior Internasional KATA. Tahun 2016 dirinya meraih juara 1 South East Asean Karate Chmponship Senior KATA Individual Male, juara 3 PON IX di Jawa Barat tahun 2016.

Terakhir, Zigi keluar sebagai juara 2 dan mempersembahkan medali perak pada gelaran SEA Games 2017 di Malaysia.

Setelah mempersembahkan medali perak di ajang SEA Games yang baru saja berakhir, kini dirinya sedang mengikuti Circuit World Karate Federation Premier League untuk kiualifikasi Olimpiade 2020 di Tokyo. “Kalau untuk Asian Games Jakarta-Palembang 2018 kemungkinan besar sudah lolos. Yang pasti, persiapan akan lebih berat karena pressure-nya semakin keras dan kita ditunut kerja keras dan cerdas,” ujarnya serius. (romi/humas)