ANGKA KEMISIKINAN DI LOMBOK BARAT TURUN

Giri Menang, Jum’at 28 Desember 2018 – Saat ini angka penurunan kemiskinan di Lombok Barat telah melampaui target RPJMD 2014-2019. Walaupun sebenarnya posisi Lombok Barat saat ini masih di bawah rata-rata tingkat provinsi dan nasional. Hal itu diakui Bupati H. Fauzan Khalid dalam kegiatan Muhasabah dan Refleksi Akhir Tahun 2018 di Aula Kantor Bupati Lobar, Jum’at (28/12).

“Alhamdulillah angka pengurangan kemiskinan di Lombok Barat sudah melewati angka RPJMD 2014-2019. Di RPJMD target penurunan kemiskinan akhir tahun 2019 adalah 16.59 persen. Dalam satu tahun kita bisa menurunkan 1.26 persen. Tahun 2017 kemarin 16.46 persen. Sekarang sudah 15.20 persen. Dengan musibah gempa kemarin kita masih bisa menurunkan,” paparnya.

Fauzan mengakui untuk menurunkan angka kemiskinan tidak sederhana. Namun dalam menjalankan program pembangunan, Fauzan menekankan tiga kunci yakni sinergitas, integrase dan komplementaritas.

Beberapa tahun ini Pemkab Lobar telah banyak melakukan intervensi seperti perbaikan rumah kumuh yang setiap tahun akan terus ditingkatkan, diservikasi terhadap usaha masyarakat dan lainnya.

“Mulai 2017 kita serius menggarap gula aren. Tahun 2018 kita buat semacam UPT di Lingsar dan tahun 2019 akan kita buat UPT di Gunungsari,” katanya.

Selain faktor ekonomi, pengembangan produksi gula aren juga akan menyentuh sektor pariwisata. Lokasi usaha produksi gula aren nantinya akan dijadika sebagai salah satu destinasi wisata di mana masyarakat dapat melihat langsung proses produksi gula aren. Hal lain yang ingin dicapai Pemkab Lobar melalui usaha gula aren yakni untuk mengatasi penyalahgunaan gula aren menjadi minuman keras.

“Kita juga dorong masyarakat untuk berproduksi dengan membrikan bantuan. Kita harapakan bantuan yang kita berikan hanya bersifat supporting, memancing agar masyarakat mandiri. Bukan diberikan untuk seterusnya. Harapan kami kepada para kepala desa agar BumDes yang digarap juga dapat membantu masyarakat. Saya yakin dengan support kita semua termasuk para tuan guru hasilnya akan lebih baik,” ungkapnya.
Selain masalah kemiskinan, dalam kesempatan itu bupati juga menyampaikan beberapa isu yang sudah dilakukan dan tetap menjadi prioritas pembangunan di Lobar. Di antaranya, masalah pengangguran terbuka, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Keamanan dan Keteriban Masyarakat (Kamtibmas). (jw/humas)